December 2, 2020

PBSI Yakinkan Promosi- Degradasi Atlet Senantiasa Ada

PP PBSI membenarkan promosi serta degradasi atlet senantiasa berlangsung walaupun tidak banyak turnamen yang diiringi.

Promosi serta degradasi ialah salah satu program pelatnas PBSI yang diselenggarakan di akhir tahun. Dalam penentuannya, PBSI mempersiapkan beberapa kriteria evaluasi.

Evaluasi yang sangat berfungsi yakni hasil dari turnamen yang atlet simak sejauh tahun dengan membiasakan sasaran yang telah diresmikan. Tetapi suasana pandemi Corona mengikibatkan banyak turnamen disetop sehingga membuat PBSI tidak memiliki banyak opsi.

Menjawab perihal itu, Sekretaris Jenderal PP PBSI, Achmad Budiharto, promosi serta degradasi senantiasa berjalan tidak terdapat permasalahan serta dapat berjalan semacam biasa.

” Bidang Pembinaan Prestasi ( Binpres) jasa pembuatan lapangan badminton dan pelatih telah mempunyai kriteria tertentu buat memastikan promosi degradasi. Turnamen( memanglah) salah satunya, tetapi( tolok ukur) yang lain pula banyak. Jadi senantiasa terdapat( promosi degradasi),” kata Budiharto kepada pewarta di kawasan Jakarta Timur

” Cuma siapa yang didegradasi serta siapa yang dipromosikan belum ketahui. Dapat jadi atlet yang didegradasi nol( tidak terdapat), ataupun dapat jadi 20( atlet), ataupun berapa,” ia meningkatkan.

” Jadi seluruh bergantung. Kriterianya memanglah turnamen tetapi terdapat kriteria latihan serta perfoma, dan evaluasi yang lain.”

Tadinya, PP PBSI mengakui kesusahan memastikan promosi serta degradasi pemain menyusul tidak terdapatnya turnamen 8 bulan belum lama.

Selepas All England 15 Maret kemudian, pebulutangkis Indonesia tanpa turnamen sampai akhir tahun. Tidak hanya membatalkan, BWF pula menggeser agenda sebagian turnamen jadi dini 2021.

Salah satunya turnamen yang tersisa ialah Denmark Open 2020, tetapi PBSI memutuskan buat tidak mengirimkan Kevin Sanjaya dkk. dengan pertimbangan keselamatan serta kesehatan atlet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *